Jalan Provinsi Kaltim–Kalsel di Desa Rangan Rusak Parah, Drainase Lumpuh Picu Banjir dan Ancam Keselamatan Pengguna Jalan. - Warta Global Kaltim

Mobile Menu

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Berita Update Terbaru

logoblog

Jalan Provinsi Kaltim–Kalsel di Desa Rangan Rusak Parah, Drainase Lumpuh Picu Banjir dan Ancam Keselamatan Pengguna Jalan.

Senin, 20 April 2026

Kabupaten Paser, WartaGlobal.Id – Kondisi ruas jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan di Desa Rangan, Kabupaten Paser, kian memprihatinkan. Infrastruktur vital yang menjadi penghubung utama antarwilayah ini dilaporkan mengalami kerusakan berat, diperparah dengan genangan air yang kerap melumpuhkan arus lalu lintas, terutama saat hujan turun.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kerusakan jalan terjadi hampir di sepanjang ruas yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Tanah Grogot. Permukaan jalan dipenuhi lubang, sebagian tertutup air, dan menjadi licin sehingga membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini diperburuk oleh tidak berfungsinya sistem drainase di sisi jalan.

Warga setempat menyebutkan, tidak adanya saluran pembuangan air (drainase) serta gorong-gorong yang rusak dan tersumbat menyebabkan air dari kolam di sekitar jalan meluap ke badan jalan. Setiap kali hujan deras mengguyur, air tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga menggenangi ruas jalan utama tersebut.

“Kalau hujan lebat, air dari samping jalan langsung naik ke tengah jalan. Tidak ada saluran pembuangan, gorong-gorong juga sudah tidak berfungsi,” ungkap salah satu warga yang ditemui di lokasi.

Situasi ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada distribusi logistik dan aktivitas ekonomi lintas provinsi. Ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan wilayah Penajam hingga jalur menuju Kalimantan Selatan. Jika tidak segera ditangani, potensi kemacetan total dipastikan akan terjadi.

Lebih jauh, kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air telah menyebabkan sejumlah kecelakaan lalu lintas. Pengendara, terutama roda dua, menjadi kelompok paling rentan akibat permukaan jalan yang licin dan tidak rata.

Minimnya perhatian dari pihak terkait, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah, menjadi sorotan warga. Mereka berharap ada langkah cepat dan konkret dari instansi teknis, khususnya dinas pekerjaan umum, untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh, termasuk pembangunan drainase dan normalisasi gorong-gorong.

Jika pembiaran terus berlangsung, kerusakan dipastikan akan semakin meluas dan berdampak pada terputusnya konektivitas antarwilayah strategis di kawasan tersebut.

“Kami hanya minta diperhatikan. Ini jalan utama, bukan jalan kecil. Kalau dibiarkan, bisa lumpuh total,” tegas sumber di lokasi.( Ksp ).


KALI DIBACA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar