Gelombang Protes Warga Muara Kate Memuncak, Tuntut Pembebasan Misran Toni di Tengah Sidang Kasus Pembunuhan yang Dinilai Sarat Kejanggalan. - Warta Global Kaltim

Mobile Menu

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Berita Update Terbaru

logoblog

Gelombang Protes Warga Muara Kate Memuncak, Tuntut Pembebasan Misran Toni di Tengah Sidang Kasus Pembunuhan yang Dinilai Sarat Kejanggalan.

Minggu, 29 Maret 2026

Paser, WartaGlobal.IdGelombang aksi unjuk rasa mewarnai jalannya persidangan kasus dugaan pembunuhan di Desa Muara Kate, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin. Warga turun ke jalan menuntut pembebasan Misran Toni, terdakwa yang hingga kini dinilai belum terbukti secara kuat terlibat dalam peristiwa tersebut.

Aksi tersebut bertepatan dengan agenda sidang lanjutan yang telah berjalan selama berbulan-bulan tanpa kejelasan arah pembuktian. Massa aksi menilai proses hukum berjalan lambat dan terkesan dipaksakan, sementara fakta-fakta di persidangan belum mampu menguatkan tuduhan terhadap Misran Toni.

Kasus ini bermula dari insiden tragis di kawasan Muara Kate, yang juga dikenal sebagai jalur lintasan kendaraan hauling batu bara milik perusahaan yang melintas di jalan provinsi penghubung Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Jalur tersebut selama ini kerap menuai sorotan karena tingginya risiko kecelakaan, termasuk insiden di tanjakan Gunung Muara Kate yang melibatkan truk bermuatan berat.

Warga menyebut, sejumlah kecelakaan fatal telah terjadi akibat kendaraan hauling yang diduga tidak layak operasional, bahkan menyebabkan korban jiwa. Kondisi ini memicu inisiatif masyarakat setempat untuk melakukan penjagaan di sekitar lokasi rawan, termasuk di titik yang kemudian menjadi tempat kejadian perkara pembunuhan.



Namun di tengah situasi tersebut, aparat penegak hukum justru menetapkan Misran Toni sebagai tersangka. Penetapan ini menuai kecurigaan warga, yang menilai proses penangkapan tidak disertai bukti kuat dan cenderung mengabaikan kemungkinan pelaku lain.

Dalam aksinya, massa mendesak aparat penegak hukum untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menjunjung tinggi transparansi. Mereka juga meminta agar penyelidikan diperluas, termasuk menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan konflik sosial di sekitar aktivitas hauling batu bara yang selama ini meresahkan warga.

Hingga saat ini, persidangan masih berlangsung tanpa titik terang. Warga berharap majelis hakim dapat bersikap objektif dan tidak terpengaruh tekanan pihak manapun, demi tegaknya keadilan yang sesungguhnya.

Salah satu perwakilan warga menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan sekadar membela individu, melainkan memastikan hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Ia berharap kebenaran dapat terungkap secara utuh melalui proses hukum yang bersih dan berintegritas. Redaksi


KALI DIBACA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar