Kaltim, WartaGlobal.Id – Pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Paser dikeluhkan masyarakat. Keluhan muncul setelah sejumlah warga, khususnya lanjut usia, mengalami kesulitan saat hendak mengambil nomor antrian melalui mesin elektronik yang tersedia di ruang pelayanan.
Awak media menemukan adanya warga lanjut usia yang hendak melakukan pembayaran pajak PBB, namun tidak memahami sistem antrian digital yang digunakan di lokasi tersebut. Situasi itu diperparah karena mesin antrian disebut mengalami gangguan atau error saat tombol antrian ditekan berulang kali oleh wajib pajak.
Di ruang pelayanan pembayaran melalui Bank Kaltimtara, terlihat hanya terdapat satu warga yang melakukan transaksi pembayaran. Namun, tidak terlihat adanya petugas keamanan maupun petugas pelayanan yang membantu masyarakat, terutama warga lanjut usia yang kesulitan memahami mekanisme antrian berbasis komputer.
Salah satu petugas bank di lokasi sempat menyampaikan bahwa mesin antrian sedang mengalami gangguan teknis. Kondisi tersebut memicu keluhan dari masyarakat karena pelayanan dianggap kurang maksimal dan tidak memberikan pendampingan bagi wajib pajak yang membutuhkan bantuan.
Saat berada di lokasi, awak media juga menyampaikan langsung kepada Kepala Bapenda Paser terkait minimnya pengawasan dan tidak adanya petugas security di ruang tunggu pelayanan. Menurutnya, keberadaan petugas keamanan sangat penting untuk membantu masyarakat, khususnya orang tua, dalam memahami tata cara pengambilan nomor antrian hingga proses pembayaran pajak.
Pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan kewajiban masyarakat seperti pembayaran pajak, seharusnya mengedepankan prinsip cepat, mudah, ramah, dan responsif. Kehadiran petugas pendamping dinilai menjadi bagian penting agar masyarakat tidak merasa kebingungan ketika mengakses layanan berbasis digital.
Masyarakat berharap Bapenda Paser segera melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan di kantor pembayaran PBB, termasuk memastikan mesin antrian berfungsi normal serta menempatkan petugas yang siap membantu warga di ruang pelayanan.
“Kalau masyarakat datang bayar pajak, seharusnya dilayani dengan baik. Apalagi orang tua yang tidak paham mesin antrian, harus ada yang membantu,” ujar salah satu warga di lokasi pelayanan. /*Redaksi
KALI DIBACA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar