Warga Mengadu Kecamat Biatan :Krisis BBM Pertalite Di SPBU - Warta Global Kaltim

Mobile Menu

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Berita Update Terbaru

logoblog

Warga Mengadu Kecamat Biatan :Krisis BBM Pertalite Di SPBU

Rabu, 12 Agustus 2026

Warga Mengadu ke Camat Biatan: Krisis BBM Pertalite di SPBU Karangan Meluas, Harga Eceran Tembus Rp20 Ribu Per Liter

Warta Global id.Kaltim _Berau  BIATAN, Zona Merah Putih— Warga Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, mendatangi kantor kecamatan untuk menyampaikan aduan resmi terkait krisis dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang melanda wilayah sekitar, khususnya di titik penyaluran SPBU Karangan (SPBU Kompak No. 66.773.003). Pengguna kendaraan umum dan masyarakat luas mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM di SPBU resmi akibat antrean kendaraan yang mengular panjang, sementara harga eceran di tingkat pengecer melambung tinggi hingga kisaran Rp15.000 sampai Rp20.000 per liter.

Berdasarkan pantauan dan laporan langsung yang diterima oleh pihak Pemerintah Kecamatan Biatan, antrean panjang kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk tampak mengular setiap harinya di kawasan SPBU Karangan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau. Kondisi ini membuat para sopir angkutan umum, petani, serta warga pekerja harian kesulitan beraktivitas karena harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean, yang seringkali berujung pada habisnya stok bahan bakar sebelum mereka sempat terlayani.

Perwakilan warga yang hadir dalam audiensi di Kantor Kecamatan Biatan menegaskan bahwa situasi ini sudah sangat meresahkan. Di luar SPBU resmi bernomor plang 66.773.003 tersebut, para pengecer bebas memperjualbelikan BBM Pertalite dengan harga yang jauh dari standar kewajaran, yakni mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter, yang sangat membebani masyarakat kecil dan perekonomian lokal.

"Kami sangat kesulitan di lapangan. Mau mengandalkan SPBU Karangan (No. 66.773.003) antrenya luar biasa panjang dan sering kehabisan, sementara kalau beli di eceran harganya sudah tidak masuk akal, bisa sampai Rp20 ribu per liter. Ini sangat mencekik masyarakat kecil dan sopir angkutan," keluh salah seorang perwakilan warga saat pertemuan di Kantor Kecamatan Biatan.

Desak Pihak Kecamatan dan APH Ambil Langkah Tegas
Menanggapi keluhan tersebut, warga mendesak pihak Pemerintah Kecamatan Biatan untuk segera mengambil langkah taktis bersama Aparat Penegak Hukum (APH). Warga meminta agar dilakukan pengawasan ketat serta penertiban terhadap indikasi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi, termasuk maraknya aktivitas pengetap yang diduga memborong kuota BBM di SPBU Karangan untuk dijual kembali dengan harga tinggi demi keuntungan pribadi.

Warga berharap adanya tindakan nyata dan sidak berkala dari unsur kecamatan bersama kepolisian guna memastikan distribusi BBM di SPBU Kompak No. 66.773.003 tepat sasaran dan benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat umum serta pengguna kendaraan yang membutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Biatan tengah menindaklanjuti laporan ini dengan menjadwalkan koordinasi lintas sektor bersama pihak manajemen SPBU Karangan dan aparat penegak hukum setempat demi mengurai kemacetan antrean serta memulihkan stabilitas harga dan pasokan BBM di wilayah Biatan.

Biro ZMP Berau Abdul Mansur

Redaksi  Warta Global .id
KAMILUDDIN

KALI DIBACA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar